Postingan

Basa-Basi #54 : Linux

Gambar
  Selama beberapa waktu terakhir, saya menginstall ulang OS Windows di laptop lama—satu hal yang sebenarnya saya hindari sejak masih remaja karena ketakutan kalau ‘terjadi apa-apa’ dan saya cuma bisa bengong. Ternyata ketakutan itu tidak berdasar, nyatanya sekarang saya dengan nyaman menggunakan Linux di laptop lama yang megap-megap karena update Windows 11 yang semakin lama semakin berat. Perjalanan menggunakan Linux ini didasari oleh beberapa hal yang terjadi. Pertama adalah Windows 11 yang semakin berat oleh adanya bloatware alias aplikasi-aplikasi sampah bawaan. Kedua, Windows 11 semakin tidak mendukung perangkat dengan spesifikasi rendah. Ketiga, saya merasa ini waktu yang tepat untuk ‘mencoba sesuatu yang baru’ tanpa harus meninggalkan kenyamanan Windows 11—karena saya masih pakai Windows di laptop utama saya untuk bekerja. Laptop yang saya gunakan adalah Acer Aspire A314-22, laptop yang sejak awal memang ditujukan untuk pasar menengah ke bawah dan anggaran pas-pasan. Ma...

Basa-Basi #53 : Bahasa

Gambar
Usia saya kurang lebih tujuh tahun waktu itu—entah berapa banyak kurang atau lebihnya—tapi bacaan yang saya nikmati adalah cerita karya Alexandre Dumas, sang legenda sastra Perancis. Saya tidak bisa mengingat dengan pasti cerita yang dimaksud, apakah itu The Three Musketeer atau The Count of Monte Cristo . Tapi yang jelas, novel klasik itu diterjemahkan ke dalam bahasa Sunda. Perjalanan saya akan bahasa dan buku dimulai dari titik ini, dari seorang kakek, setumpuk majalah, dan hari libur yang diisi dengan kegiatan membaca bersama. Kakek saya namanya Ewo, dan beliau yang paling berjasa mengenalkan saya dengan dunia buku. Oleh karena itu, kepergiannya 11 tahun silam lumayan meninggalkan kekosongan. Sebelum dipanggil oleh Yang Maha Kuasa, kakek bekerja sebagai tukang cukur—profesi yang tidak ada keren-kerennya, terlebih karena namanya ‘tukang cukur’ yang bekerja di ‘tempat pangkas rambut’, bukan barber shop . Meski begitu, profesi tukang cukur pada masanya sepertinya lumayan menggiurkan....

Basa-Basi #52 : Cinta dan Hubungan

Gambar
  Listrik mati, dan sialannya sinyal juga ikut mati. Setiap kali hujan lebat turun seperti ini, saya kadang kebingungan harus berbuat apa. Sebetulnya ada beberapa opsi—misalnya membuka Football Manager dan melanjutkan permainan saya sebagai manajer untuk Dover Athletic di Divisi 6 Liga Inggris, atau bisa saja saya menonton film-film konyol untuk menghabiskan waktu. Tapi rasanya saya tidak mau buang-buang baterai laptop dan ponsel, akhirnya mengambil iPad dan menulis saja. Beberapa tahun terakhir, saya merasa ada penurunan signifikan dalam gaya menulis dan kemampuan saya menulis. Misalnya, saya kesulitan menulis dengan runut, memilih diksi yang tepat, bahkan sekadar memikirkan apa yang harus ditulis saja bingungnya minta ampun. Entah kenapa, mungkin karena saya tidak se-gila itu lagi dengan buku, atau karena semakin tua saya semakin banyak menghabiskan waktu untuk hiburan-hiburan ringan seperti menonton video pendek atau bermain Football Manager . Demi mempertahankan kewarasan dan...